Jumat, 10 Juli 2015

BEBERAPA CONTOH RESEP PAKAN BUATAN

BEBERAPA CONTOH RESEP PAKAN BUATAN YANG SUDAH PERNAH DILAKUKAN OLEH PETANI IKAN SIDAT RESEP I : - ikan rucah : 1kg - bekatul halus : 1kg - ampas tahu : 1kg - tepung kanji : 0,25 kg Cara mengolahnya adalah sbb : Ikan rucah dimasukkan ke wadah terus dimasak tanpa air, setelah beberapa saat dan keluar airnya, campurkan bekatul, ampas tahu dan tepung kanji, tutup rapat dan biarkan sampai adonan keluar air dan airnya menyusut, aduklah secara merata sampai ikannya hancur, tekstur agak lengket tetapi masih lunak dan tidak gosong. Setelah adonan sudah matang dan kadar airnya berkurang biarkan dingin terlebih dahulu kemudian adonan pasta ini bisa dibentuk bulatan-bulatan sekepalan tangan atau bisa juga digiling dengan mesin penghancur bumbu/daging dan dijadikan pelet berbentuk agak panjang. Jemur sampai kering dan disimpan, khusus yang berbentuk pasta bisa disimpan di lemari es/dikukus agar tidak berjamur. RESEP II : - kacang hijau : 0,5 kg - tepung darah : 1 kg - ikan segar : 0,5 kg - telur ayam : 1 butir - sayur kangkung/bayam : 1 ikat - rumput laut : 1ons/segenggam Cara mengolahnya adalah sbb: Kacang hijau direndam air dulu 4 jam, kemudian dimasak sampai air mendidih dan lunak, tambahkan sayuran dan rumput laut saat terakhir memasak kacang hijau, setelah itu campurkan tepung darah dan telur ayam. Sama seperti diatas, adonan pasta ini bisa dibentuk bulatan atau dijadikan pelet. Cara membuat tepung darah adalah sbb : Ambilah darah segar dari tempat pemotongan hewan (yang masih cair) masukkan dalam ember dan tambahkan katul halus/tepung jagung atau tepung lainnya, dibawa pulang terus dimasak, setelah matang dijemur. Setelah kering, digiling dan disimpan. Dengan cara yang sama kita bisa juga membuat tepung sayur, tepung cacing, tepung ulat hongkong/jangkrik dll. Terlebih dahulu semua bahan dihaluskan/diblender terus dicampur tepung, dimasak dan dijemur dan digiling halus menjadi tepung. RESEP III : - pelet udang : 1 kg - ikan segar : 0,5 kg - bekicot/keong : 1 kg - telur ayam : 1 butir Cara membuatnya adalah sbb : Ikan segar dan bekicot/keong diambil dagingnya saja, dimasak dengan air sedikit tambahkan pelet udang dan telur ayam, aduk merata. Adonan bisa berupa pasta atau dijadikan pelet. Ketiga resep tadi, yang berbahan dasar ikan, bermacam tepung, pelet udang, dapat divariasi dengan bahan-bahan lain sesuai selera kita asal tetap disukai juga oleh ikan sidat.

Selasa, 16 Juni 2015

PERBEDAAN JENIS IKAN SIDAT MARMORATA DAN IKAN SIDAT BICOLOR


Kadang kita sering mendengar istilah sidat marmorata dan juga sidat bicolor, tentu bagi yang sudah berpengalaman sudah pasti tahu perbedaan antara kedua jenis sidat ini yang sedang populer di indonesia untuk saat ini, bagi yang sudah berpengalaman silakan skip aja ke artikel yang lain dari pada mati kebosanan membaca tulisan ini, hehehe... Sidat/Anguilla Marmorata Tidak semua yang membaca tulisan ini tahu akan perbedaan jenis sidat marmorata dan bicolor, iya kan? mari sama-sama kita bahas satu persatu agar lebih jelas dan mudah dimengerti, jenis sidat marmorata atau bisa disebut dengan sidat kembang adalah jenis sidat yang mempunyai ciri warna tubuh seperti kulit kena penyakit panu, berbintik-bintik agak besar, dan mempunyai struktur tulang dan duri lebih rumit dibanding dengan sidat bicolor. Panjang sidat marmorata jika sudah memiliki berat 1kg bisa mencapai satu meter. Ukuran fisik yang masuk konsumsi untuk jenis sidat marmorata adalah 500gram keatas per ekor tetapi yang paling banyak dicari pembeli adalah ukuran diatas 1kg per ekor, dengan harga lumayan mahal sekitar 150rb/kg untuk ukuran diatas 1kg/ekor. Sidat jenis marmorata ini banyak sekali ditemui di daerah timur indonesia seperti di Sulawesi, Ambon dan irian jaya. Menyebarjuga di kalimantan dan sumatera bagian utara katulistiwa. Sidat/Anguilla Bicolor di bak Penampungan Sedangkan ikan sidat jenis bicolor mempunyai ciri fisik berkulit halus dan mulus tanpa ada bintik, warna tubuh bagian atas lebih gelap daripada warna tubuh bagian bawah atau bagian perut sidat bicolor. Ukuran konsumsi untuk jenis sidat bicolor adalah 250gram keatas per ekor, sidat jenis ini memiliki struktur tulang dan duri hampir mirip 90% dengan jenis sidat anguilla japonica atau sidat khas jepang sehingga sidat jenis bicolor banyak diburu konsumen untuk dibuat unagi kabayaki. Penyebaran sidat jenis bicolor banyak ditemui dipantai selatan pulau jawa membentang dari ujung kulon sampai dengan banyuwangi, sumatera bagian selatan khatulistiwa dan juga ada sebagian di kalimantan dan sulawesi. Harga pasaran untuk sidat jenis bicolor ukuran konsumsi 250gram keatas per ekor sekitar 80-100ribu per kilogramnya. Untuk harga benih per kilonya bervariasi antara 500ribu (glass eel), 400 ribu (elver kecil), 120ribu (fingerling), dan kisaran 90ribu untuk ukuran dibawah 200 gram/ekor.

Sabtu, 13 Juni 2015

PERTAMA di INDONESIA!


Tissue HERBAL Khusus Untuk Organ Intim Wanita Mengetatkan, Atasi Keputihan & Cegah Kanker Serviks Produk PREMIUM & TERLARIS dari Boyke & Co KANDUNGAN & MANFAAT INTIMATE TISSUE DOUBLE MAJAKANI (TDM) dengan FORMULA CHAMOMILE Intimate Tissue Majakani mengandung extrak alami buah Majakani Piper Betle, Lactic Acid & CHAMOMILE serta Vitamin E yang berfungsi untuk membantu : 1. Mengetatkan otot organ intim wanita 2. Memberikan rasa kesat di organ kewanitaan 3. Menstabilkan PH asam & mengurangi cairan (basah) berlebihan 4. Membuat aroma lebih wangi disekitar organ intim 5. Membantu mengencangkan otot-otot perut & rahim setelah melahirkan 6. Membina rahim & membersihkan selepas bersalin & haid 7. Mencegah Keputihan 8. Menghilangkan gatal-gatal pada organ intim 9. Mencegah jamur yang menyebabkan bau tak sedap 10. Menjaga agar kulit sekitar organ intim tetap sehat dan terawat. 11. Mencegah Kanker Serviks (bukan melalui hubungan pasutri) 12. Tahukah anda? SETIAP perempuan berisiko terkena kanker serviks dan tiap 1 jam, 1 wanita indonesia meninggal karena kanker mematikan tersebut. 13. Menghaluskan & melembutkan kulit area organ kewanitaan 14. Merileksasikan otot kewanitaan 15. Mengatasi KRAM saat menstruasi CARA PEMAKAIAN INTIMATE TISSUE DOUBLE MAJAKANI (TDM) Gunakan Intimate Tissue ini pada organ intim kewanitaan & selipkan sebagian saja lalu biarkan, diamkan 15-20 menit. Karena bidang tisu cukup lebar, bisa di bagi 2 untuk siang & malam, Sedangkan untuk membersihkan organ intim gunakan dari dalam kearah luar organ intim kewanitaan tanpa perlu di bilas kembali. "konsumen saya memberi kesaksian terkena infeksi vagina (perih & gatal) sejak memakai air toilet di mall saat bepergian, saya anjurkan memakai tissue majakani, 1 lembar di bagi 2 untuk siang & malam, yang siang harinya baru pakai 25 menit dia merasa ada yang bekerja di dalam organ intimnya (seperti gerakan merambat), lalu yang untuk malam hari sy anjurkan untuk didiamkan hingga pagi harinya, besoknya dia hubungi saya saat tissue dikeluarkan timbul lendir kekuningan & ada serbuk seperti bedak, menurut pakar yg seperti serbuk itu adalah bakteri... dan pada hari ke 5 dengan pemakaian rutin... (menghabiskan 5 sachet) infeksi vagina tsb sembuh!"

Selasa, 09 Juni 2015

Beranda

PENANGKAPAN SIDAT RAMAH LINGKUNGAN Penangkapan Sidat Secara Sembarangan Bagi beli ikansidat dewasa ini, sepanjang stok sidat masih memadai, petani penangkap ikan sidat masih dapat mengeksploitir sesuai kemampuan mereka terutama sekali bagi petani sidat yan belum berpengalaman. Biasanya mereka hanya memikirkan kepentingan sesaat untuk`` menangkap sidat secara sembarangan. Baik dengan cara dipancing yang tentu saja bisa merusak fisik sidat dan harganya menjadi turun; dengan cara menggunakan alat peledak sehingga disamping sidat dewasa mati juga yang kecil sekalipun akan menjadi korban serta habitatnya juga rusak sama sekali. Masih ada lagi cara lain yang tidak ramah lingkungan yakni dengan cara strum listrik dan menggunakan racun, tuba atau potasium. Indonesia Sebagai Pusat Keragaman Sidat Dari pernyataan pihak Pusat Penelitian Oceanografi LIPI bahwa Indonesia merupakan pusat keragaman, distribusi dan kelimpahan ikan sidat didunia. Informasi lain mengatakan bahwa adanya penurunan stok alamiah terhadap spesies sidat Anguilla Japonica dikawasan Asia Timur mengakibatkan Negara-negara dikawasan itu seperti Jepang, Korea, Taiwan, China dan Hongkong berebut suplai ikan sidat dari Indonesia. Efek negatifnya, penangkapan ikan sidat di Indonesia menjadi tidak terkontrol. Dan, siap-siap untuk spesies Marmorata dan Bicolor Indonesia akan punah dan hanya tinggal sejarah saja. Kalau sudah demikian, maka beli ikan sidat bakal tidak ada lagi. Keharusan menangkap sidat dengan alat tangkap ramah lingkungan Sudah menjadi keharusan bahwa demi menjaga kelestarian sidat di Indonesia haruslah mengelola penangkapan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. Harus, dalam artian dilakukan oleh petani penangkap sidat dan diawasi secara ketat oleh Pemerintah Daerah melalui Perda yang dikeluarkan untuk itu dan diberi sanksi oleh pelanggarnya. Sementara itu praktisi pembuat alat tangkapnya harus melakukan riset secara terus menerus agar tercipta alat tangkap yang ideal: mudah penggunaanya melalui teknologi tepat guna, harganya terjangkau oleh para petani pengguna, kuat dan tahan lama, daya seleksi yang tinggi sehingga yang belum waktunya ditangkap tidak perlu terikut serta penggunaan alat tidak merusak habitat sidat serta mudah dalam pendistribusiannya. Alat Tangkap Ramah Lingkungan Ada bermacam alat tangkap yang termasuk dalam kategori ramah lingkungan mulai dari yang sederhana sampai kepada yang advanced. Salah satu alat tangkap yang sederhana tetapi sudah mendekati kriteria ramah lingkungan adalah alat tangkap bubu dari bahan jaring halus atau waring , boleh juga dari kain kelambu. Pada intinya sidat akan masuk kedalam bumbu untuk mendapatkan makanan yang dijadikan umpan dan dengan desain tertentu, sidat bisa masuk tapi tidak bisa keluar lagi. Tingkat keberhasilan alat ini adalah bagaimana membuat umpan yang sangat disukai sidat dan harus divariasikan agar sidat tidak bosan sehingga dipastikan sidat akan tertarik. Dengan demikian maka beli ikan sidat akan dapat menjadi langgeng sepanjang masa dan petani sidat tidak perlu mencari peluang kerjan lainnya karena ikan sidat mampu mencukupi hidup mereka. Contact Person Anda petani penangkap ikan sidat atau pebisnis ikan sidat? Hubungi kami di Tlp No: 0821 164 13111 atau di PIN 5531915D. Beli ikan sidat menanti Anda.

Minggu, 07 Juni 2015

Ini Dia Kendala Budidaya Ikan Sidat

Published on February 10, 2014, by budidayaikan - Posted in Berita, Budidaya Sidat 1 Kendala Budidaya Ikan Sidat Ikan sidat mempunyai banyak keistimewaan seperti kandungan omeganya tinggi, rendah kolesterol dan cita rasa dagingnya enak. Selain itu harga sidat ukuran konsumsi termasuk tinggi, bisa mencapai Rp 170.000/kilogram. Hal demikian diungkap pelaku pembesaran ikan sidat asal Kebondalem, Tridadi, Sleman, Hanif Irfani, Minggu (9/2/2014). Lebih lanjut Hanif mengungkapkan, pemasaran sidat konsumsi cukup mudah, baik ditawarkan ke konsumen termasuk pemilik rumah-rumah makan maupun lewat internet. “Hanya saja untuk mendapatkan bibit sidat tidak mudah, karena bibit sidat diperoleh dari tangkapan alam. Proses perkawinan induk sidat dan beranak di sungai-sungai mendekati laut,” jelas Hanif. Bibit sidat yang pernah dibesarkan, lanjutnya, antara lain pernah diperoleh dari pengepul asal Cilacap, Jawa Tengah. Suatu saat pernah membeli 1050 ekor bibit sidat, namun setelah dibesarkan tinggal 76 ekor dan dijual laku Rp 1 juta lebih sedikit. “Sebagian ada yang mati dan sebagian hilang. Ini termasuk kendala dalam membesarkan sidat. Bukti ada yang hilang pemancing-pemancing di sungai yang tidak jauh dari kolam pembesaran sidat kami, pernah mendapatkan ikan-ikan sidat,” paparnya. Terpisah, Suradal pemilik warung makan spesial menu sidat di Sumberadi, Mlati, Sleman mengungkapkan, pernah mencoba dua kali membesarkan bibit-bibit sidat. Hanya saja harus menunggu minimal delapan bulan untuk memanen sidat ukuran konsumsi. Masih ditambah lagi banyak yang mati dan ia merasa rugi. Akhirnya, saat ini lebih mantap mengandalkan setoran sidat dari pengepul terutama dari Cilacap untuk memenuhi kebutuhan di warungnya. “Di Cilacap sidat banyak ditemukan seperti di rawa-rawa maupun sungai-sungai kawasan hutan bakau. Jika ingin memesan masih wujud bibit pun, sebagian pengepul di sana akan menyanggupi,” jelasnya. Ditambahkan, kolam untuk penampungan stok sidat perlu dilengkapi tempat persembunyian seperti pipa-pipa peralon maupun genteng-genteng. Airnya diusahakan selalu bening dan sirkulasi udaranya bagus. Ia biasa memberi pakan wujud ikan-ikan tombro masih kecil, keong maupun irisan usus ayam. Beberapa konsumen pun ada yang membeli sidat masih hidup, entah akan dikoleksi maupun dimasak sesuai selera pembeli. (Sumber : KR Jogja)

Sabtu, 06 Juni 2015

[PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN SIDAT]

Selama kegiatan budidaya ikan sidat terdapat beberapa gangguan kesehatan pada ikan sidat antara lain hama dan penyakit yang memerlukan pengendalian sebagai berikut. 1. Hama Menurut Liviawaty dan Afrianto (1998), hama ikan sidat yaitu organisme yang berukuran besar yang mampu menimbulkan gangguan atau memakan ikan sidat. Hama dapat berperan sebagai predator yang bersifat memangsa terutama pada stadia glass eel. Ada juga yang sifatnya sebagai kompetitor yang bisa menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. 2. Penyakit. 2.1. Penyakit parasitik Penyakit parasitik adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme parasit yang dapat menimbulkan penyakit seperti virus, bakteri, jamur, protozoa, golongan cacing dan udang renik. Jenis penyakit parasitik yang menyerang ikan sidat berdasarkan jenis parasit yang menyerangnya antara lain : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bakteri adalah organisme satu sel yang mempunyai daerah penyebaran yang relatif luas sehingga hampir dapat dijumpai dimana saja. Bakteri mempunyai ukuran relatif besar daripada virus, yaitu 0.3 mikron – 0.5 mikron. Jenis penyakit pada ikan sidat yang disebabkan oleh bakteri diantaranya : Aeromonas Disease Penyebabnya adalah bakteri yang tergolong kedalam genus Aeromonas dan Paracolotrum. Menyerang bagian sirip sehingga sirip yang terkena penyakit ini akan mengembang. Penganganan ikan sidat yang terserang bakteri ini dapat dilakukan dengan senyawa sulfa, antibiotik atau senyawa furane yang dicampurkan terlebih dahulu ke dalam pakan. Gill Disease Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang insang. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian karena merusak bagian insang, sehingga menganggu sistem pernapasan. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan melakukan perendaman kedalam methylene blue dan penambahan senyawa sulfa, furane atau senyawa kimia anti bakteri. Red Disease Penyebab penyakit ini adalah bakteri, yang menyerang pada ikan sidat dewasa.meyerang organ luar dan dalam seperti usus, hati dan ginjal. Bagian tubuh ikan sidat yang terkena penyakit ini menjadi kasar dan terlihat merah. Pengobatan ikan sidat yang terkena penyakit ini dapat diobati dengan melakukan kedalam malachit green atau methylene blue dan penambahan senyawa sulfa, furane atau senyawa kimia anti bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh virus Virus adalah organisme penyebab penyakit yang sangat kecil karena memiliki ukuran tubuh antara 25 – 300 nanometer sehingga hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Aktivitas serangan virus yang bersifat akut menyebabkan kerusakan jaringan yang cukup luas dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Penyakit ini menyerang pada insang dan ginjal ikan sidat. Tubuh ikan sidat yang terserang penyakit ini akan memendek (dehidrasi), densitas jarang meningkat dan jumlah garam tubuh menurun. Cara untuk mengobati penyakit ini dapat dilakukan dengan menambahkan garam ke dalam pakan. Penyakit yang disebabkan oleh jamur Jamur adalah mikroorganisme yang sering terlihat seperti benang yang tumbuh menyebar di bagian dalam atau luar tubuh ikan sidat. Jamur mempunyai ukuran lebih besar daripada bakteri sehingga lebih mudah dideteksi. Jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang ikan sidat adalah cotton cap atau water muould. Penyebab dari penyakit ini adalah jamur Saprolegnia parsitica, yang biasanya banyak menyerang ikan sidat yang berukuran fingerling dan dewasa. Pengobatan ikan sidat yang sudah terserang penyakit ini dilakukan dengan cara perendaman kedalam larutan methylene blue 2 ppm selama 4 hari dengan masa istirahat 10 hari. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa Beberapa jenis penyakit pada ikan sidat yang disebabkan oleh protozoa adalah sebagai berikut : White Spot Disease. Penyakit ini disebabkan oleh Ichthyophthrius multilifis yaitu jenis protozoa yang sering menyerang pada ikan, baik ikan hias ataupun ikan konsumsi. Sidat yang terserang protozoa ini akan terlihat bintik-bintik putih yang berdiameter 0.5 – 1 mm. Bagian tubuh ikan sidat yang terserang penyakit ini adalah pada bagian sirip, tutup insang dan ekor. Pengobatan yang paling efektif untuk memberantas patogen ini adalah pada fase kista atau post kista. Jenis obat yang dapat digunakan untuk memberantas jenis protozoa ini antara lain garam dapur (NaCl), methylene blue, formalin dan larutan kina. Myxidium Disease Penyebaran penyakit ini adalah dengan spora. Spora protozoa ini akan menimbulkan bulatan putih pada permukaan kulit ikan sidat yang terserang. Sejauh ini belum ditemukan cara untuk mengobati penyakit ini, apabila dalam kolam terdapat sidat yang telah terserang penyakit ini sebaiknya langsung dibuang. Cripple Body Disease Penyakit ini disebabkan oleh patogen Plisthopora yang termasuk protozoa. Jenis protozoa ini menyerang sistem jaringan sehingga menyebabkan tubuh ikan sidat yang terserang menjadi mengerut. Ikan sidat muda yang warna kulit tubuhnya putih susu dapat diindikasikan bahwa sidat tersebut telah terserang oleh protozoa jenis ini. Cara mengobati penyakit yang disebabkan protozoa ini belum ada, apabila pada kolam pemeliharaan ditemukan ikan sidat yang terserang sebaiknya langsung dibuang. Penyakit yang disebabkan oleh Nematoda Salah satu nematoda yang menyerang ikan sidat adalah Anguillicola grobiceps. Nematoda ini menyerang gelembung renang ikan sidat. Ikan sidat yang terinfeksi akan mengalami luka-luka dan borok. Perlakuan yang efektif untuk memberantas patogen ini masih belum ada, kecuali jika nematoda muda keluar dari gelembung renang menuju kolam, mereka tidak tahan terhadap formalin. Penyakit yang disebabkan oleh Copepoda Copepoda adalah jenis parasit yang biasa menyerang ikan sidat pada bagian luar Anchor Worm Disease. Copepoda yang menyebabkan penyakit ini adalah Lernea cyprinaceae. Menyerang bagian hidung dan mulut ikan sidat. Patogen ini dapat menyebabkan luka dan borok sehingga akan mengurangi kemampuan ikan sidat untuk makan. Pengobatan ikan sidat yang terserang cacing jangkar ini dapat dilakukan dengan merendamnya dalam larutan bromex 0.12 – 0.15 ppm atau larutan dipterex 0.25 ppm selama 4 – 6 jam. Perendaman dapat dilakukan dalam larutan Kliuj Permanganat (PK) tapi dosis penggunaan PK ini sedikit lebih rendah dari konsentrasi lethal bagi sidat, sehingga penggunaan PK jarang dilakukan. Plistophora Plistophora anguilarum merupakan parasit mikrosporidium yang menyerang otot ikan sidat. Patogen ini masuk melalui kulit dan masuk ke bagian otot kemudian membuat kista. Penyakit ini akan menyebabkan pertumbuhan terhenti dan permukaan tubuhnya tidak rata. Sampai dengan saat ini, belum ada perlakuan yang efektif untuk mengobati ikan sidat yang terserang penyakit ini, karena spora parasit ini memiliki dinding yang tebal sehingga bahan kimia tidak mampu menembusnya. Cauliflower Disease Penyakit ini akan membentuk tumor terutama pada bagian hidung dan mulut, sehingga mengganggu aktivitas ikan sidat terutama pada saat mencari makan. Belum ada cara pengobatan untuk jenis penyakit ini karena patogen penyebabnya pun sampai saat ini belum diketahui. 2.2. Penyakit non parasitik Penyakit non parasitik adalah penyakit yang bukan disebabkna oleh hama ataupun organisme parasit. Penyakit non parasitik yang menimpa ikan sidat diantaranya disebabkan oleh : Faktor lingkungan yang kurang menunjang bagi kehidupan ikan sidat. Faktor lingkungan tersebut antara lain : pH air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kandungan oksigen yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, fluktuasi suhu yang terlalu tinggi dan perubahan mendadak serta adanya polutan. Kualitas pakan Pakan yang diberikan kurang baik (malnutrisi) anatara lain: kekurangan vitamin, gizinya terlalu rendah, kualitas bahan baku pakan yang jelek. Turunan, antara lain kelainan fisik yang sudah ada sejak lahir. Salah satu penyakit non parasitik yang sering dialami pada pemeliharaan ikan sidat adalah deplesi oksigen. Pengaruh dari deplesi oksigen terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Konsentrasi oksigen terlarut pada kolam rendah, ikan sidat akan mengalami stress sehingga mudah diserang oleh patogen lain. Kejadian ini biasanya terjadi pada saat malam hari karena konsentrasi oksigen terlarut dalam air dipengaruhi oleh fotosintesis, respirasi dan proses difusi. Kegiatan fotosintesis terjadi pada siang hari dan proses respirasi akan menghasilkan karbondioksida sehingga pada malam hari konsentrasi oksigen terlarutnya rendah. Cara untuk memecahkan masalah kekurangan oksigen ini adalah membantu menambahkan adanya proses difusi yang dapat dilakukan dengan pemasangan kincir.

Lingkungan perairan yang baik untuk budidaya ikan sidat


Lingkungan perairan yang baik untuk budidaya ikan sidat A. Suhu. Pada pemeliharaan benih ikan sidat lokal, a. Bicolor bicolor, suhu terbaik untuk memacu pertumbuhan adalah 29°c. B. Salinitas. Pada pemeliharaan ikan sidat lokal.,, a. Bicolor bicolor (elver), salinitas yang dapat memberikan pertumbuhan yang baik adalah 6 – 7 ppt. C. Oksigen terlarut. Kandungan oksigen minimal yang dapat ditolelir oleh ikan sidat berkisar antara 0,5 – 2,5 ppm. D. Ph. Ph optimal untuk pertumbuhan ikan sidat adalah 7 – 8. E. Amonia (n h3- n) dan nitrit (no2-n) Pada konsentrasi amonia 20 ppm sebagian ikan sidat yang dipelihara mengalami methemoglobinemie dan pada konsentrasi 30 – 40 ppm seluruh ikan sidat mengalami methemoglobinemie. Kebutuhan nutrient Seperti halnya jenis ikan-ikan lain, ikan sidat membutuhkan zat gizi berupa protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Kadar protein pakan optimal adalah 45% untuk ikan bestir (juvenil) dan sekitar 50% untuk ikan kecil (fingerling). Budidaya ikan sidat pada jaring apung A. Jaring apung. Satu unit jaring apung memiliki empat kolam berukuran 7 x 7 m, dengan jaring berukuran 7 x 7 x 2,5 m dan mata jaring 2,5 inchi. Untuk menghindari lolosnya ikan, disekeliling tepian kolam bagian atas diberi penutup dari hapa dengan lebar 60 cm. B. Benih ikan sidat. Benih ikan sidat (anguilla bicolor) berbobot 15 – 20 gram per ekor dengan panjang 20-30 cm.. Benih ikan sidat diperoleh dari pelabuhan ratu hasil tangkapan nelayan di perairan umum. C. Padat penebaran. Setiap kolam ditebar 100 kg benih ikan sidat. D. Pakan. Pakan yang diberikan adalah pakan buatan berbentuk pasta dengan kandungan : ¦ protein 47,93% ¦ lemak 10,03% ¦ seratkasar 8,00% ¦ betn 8,32% ¦ abu 25,71% Pakan diberikan sebanyak 3% dari berat total ikan konvensi pakan sebesar 1,96. Dengan konvensi tersebut akan diperoleh laju perturnbuhan rata-rata 1,46`% dengan mortalitas 9,64 %. E. Masa pemeliharaan dan panen. Pemeliharaan ikan sidat pada kolam keramba jaring apung selama 7 – 8 bulan, dan masa. Panen secara bertahap dapat dimulai pada masa pemeliharaan 4 bulan. Ukuran ikan sidat yang, dipanen dapat – mencapai ukuran. Konsumsi yaitu 180 – 200 gram per ekor. pemeliharaan ikan sidat pada kolam keramba jaring apung merupakan salah satu alternatif dalam rangka penganekaragaman budidaya ikan pada kolam keramba jaring apung. Namun dalam penerapannya masih perlu diperhatikan kondisi serta kualitas perairan umum yang dipergunakan.