Sabtu, 06 Juni 2015

Cara Budidaya Ikan Sidat


Ikan Sidat (anguilla bicolor), termasuk familiAnguillidae, ordo Apodes. Di Indonesia diperkirakan paling sedikit terdapat 5 (lima) jenis Ikan Sidat, yaitu : Anguilla encentralis, A. bicolor bicolor, A. borneonsis, A. Bicolor Pacifica, dan A. celebensis. Ikan Sidat mungkin tidak dikenal oleh banyak orang di sini. Tapi, di berbagai negara ikan sidat jadi makanan primadona yang harganya sangat mahal. Permintaan ekspor sidat terus meningkat. Harga jualnya juga mencengangkan. Sayangnya, teknik pendederan dan pembesaran yang menjadi kunci dihasilkannya sidat berkualitas dan layak ekspor belum banyak dikuasai. Ikan sidat adalah sejenis belut, namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada yang mencapai 50 cm. Memang tidak enak dilihat. Tapi siapa sangka, konsumen asing menganggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kalau di restoran Jepang, ikan ini sebutannya Unagi. Kandungan vitamin A mencapai 4.700 IU/100 gram, sedangkan hati ikan sidat lebih tinggi lagi, yaitu15.000 IU/100 gram. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram. Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 mg/100 gram. Sementara kandungan EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, jauh di atas ikan salmon yang hanya 492 mg/100 gram dan tenggiri yang hanya 409 mg/100 gram. Teknologi budi daya masih baru di Indonesia. Budi daya ikan sidat di Indonesia baru ditemukan sekitar tahun 2007 oleh Satuan Kerja Tambak Pandu Karawang, yang merupakan UPT Ditjen Perikanan Budi Daya, Departemen Kelautan dan Perikanan. Padahal ikan sidat sudah cukup lama dibudidayakan di Jepang dan Thailand. Asal tahu saja, pengembangan budi daya kedua negara menggunakan benih dari Indonesia. “Melihat permintaan pasar dunia yang sangat besar mendorong kami untuk melakukan penelitian budi daya ikan sidat,” Ikan sidat tumbuh di perairan tawar (sungai dan danau) hingga mencapai dewasa, setelah itu ikan sidat dewasa beruaya ke laut dalam untuk melakukan reproduksi. Larva hasil pemijahan akan berkembang, dan secara berangsur-angsur terbawa arus ke perairan pantai. Ikan sidat yang telah mencapai stadia elver (glass eel) akan beruaya dari perairan laut ke perairan tawar melalui muara sungai. Harga ikan memang sangat menggiurkan. Harga di tingkat petani ikan sidat untuk elver dengan harga jual antara rp. 250.000/kg. Untuk ukuran 10-20 gram berkisar antara rp 20.000-rp 40.000/kg, sedangkan ukuran konsumsi >500 gram untuk jenis anguilla bicolor pada pasar lokal rata-rata rp 75.000/kg; jenis anguilla marmorata rp 125.000-rp 175.000/kg. Larva sidat (elver) berhubungan dengan musim. Diperkirakan larva ikan sidat dimulai pada awal musim hujan, akan tetapi pada musim tersebut faktor arus sungai dan keadaan bulan sangat mempengaruhi intensitas ruayanya. Ikan sidat termasuk ikan karnivora. Di perairan umum ikan sidat memakan berbagai jenis hewan, khususnya organisme benthik seperti crustacea (udang dan kepiting), polichatea (cacing, larva chironomus dan bivalva serta gastropods). Aktivitas makan ikan sidat umumnya pada malam hari (nokturnal). ikan sidat telah dibudidayakan secara intensif di eropa khususnya di norwegia, jerman dan belanda serta asia, yaitu : jepang, taiwan dan china daratan. Di negara-negara lain seperti australia, indonesia dan beberapa negara eropa dan afrika barat umumnya produksi ikan sidat masih mengandalkan dari hasil penangkapan di alam.. Ikan sidat dapat dibudidayakan di dalam ruangan tertutup (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). Di indonesia dengan suhu lingkungan yang relatif konstan sepanjang tahun maka pemeliharaan ikan sidat dapat dilakukan di luar ruangan (out door).

Materi Training:


1. Pendahuluan (Pengenalan Ikan Sidat) 2. Pasar Lokal dan Global (Eksport) 3. Dasar Budidaya Ikan Sidat 4. Pakan dan Manajemen Pakan Ikan Sidat 5. Pengukuran, Pengaturan Kualitas Air dan System Filtrasi RAS 6. Penanganan Sakit Penyakit Ikan Sidat 7. Perencanaan Usaha dan Analysis Financial Budidaya 0,5 ton, 1 ton, 5 ton 8. Perencanaan Infrastruktur Kolam 9. Perancangan Budidaya Ikan Sidat Berkelanjutan 10. Manajemen dan Standard Operational Procedure Budidaya Ikan Sidat 11. General Aquaculture Practice (Cara Budi Daya Ikan yang Baik) 12. Pembuatan Model Matematik Simulasi Budidaya Ikan Sidat dan Proyeksi Panen 13. Pemasaran Ikan Sidat Untuk Lokal dan Eksport Gratis 5 buah E-book dan Handbook langka 400 halaman ~ 800 halaman tentang sidat, eel, aquaculture.

Jumat, 05 Juni 2015

PEMELIHARAAN DAN PENGELOLAAN BAK BETON / TEMBOK BUDIDAYA IKAN

Wadah budidaya ikan dari bak tembok atau bak beton yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. Persiapan wadah bak budidaya ikan bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang optimal, sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum. Persiapan bak budidaya ikan meliputi: 1. Sanitasi wadah bak budidaya ikan Wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan dari kotoran yang menempel, agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat menyebabkan pembawa penyakit. Bahan yang digunakan untuk membersihkan wadah bak budidaya ikan dan merupakan desinfektan antara lain lain adalah Chlorin 200 ppm, Malachite green 100 ppm, Formalin 25 ppm dan alkohol 70%. Wadah yang akan dipergunakan setelah disikat, dibersihkan dan diberi desinfektan kemudian dibersihkan kembali dan wadah tersebut dibiarkan kering udara agar bahan beracun tersebut telah hilang menguap. Setelah dilakukan sanitasi diisi dengan air untuk memeriksa kebocoran bak. 2. Perbaikan wadah bak budidaya ikan Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan untuk budidaya ikan. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak budidaya ikan yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan. Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan. Bahan untuk memperbaiki kebocoran bak dapat berupa resin serat kaca untuk bak yang terbuat dari serat fiber, semen atau lem khusus untuk beton untuk bak yang terbuat dari beton, bila bak budidaya ikan yang akan digunakan terbuat dari plastik maka dapat digunakan selotip tahan air untuk menutupi kebocoran wadah budidaya. Setelah kerusakan diperbaiki maka bak harus dibiarkan beberapa hari agar bahan tersebut telah kering dan tidak membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. 3. Perbaikan instalasi udara bak budidaya ikan Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. Instalasi perawatab bak budidaya ikan udara terdiri dari pompa udara, penyaring udara, pipa penyalur, batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran). Peralatan ini sering mengalami kebocoran pada pipa dan penyumbatan pada batu aerasi. Ganti atau perbaiki peralatan yang rusak dan tidak berfungsi lagi. Pompa udara merupakan alat yang paling penting pada proses budidaya ikan di bak karena banyaknya pengudaraan pada air media tergantung dari kekuatan pompa yang ada. Oleh karena itu pompa yang yang telah lemah harus segera diperbaiki, karena dapat berakibat fatal bagi ikan bila terhentinya aliran udara dalam waktu lama. 4. Perbaikan instalasi air bak budidaya ikan Pada budidaya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti dikolam, pada bak pintu pemasukkan air merupakan kran air yang dimasukkan kedalam bak budidaya ikan . Sumber air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur yang dipompakan ke bak-bak melalui pipa pengaturan. Kebocoran sering terjadi pada pipa penyaluran dan kran pengatur aliran. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan pergantian air pada media pemeliharaan ikan pada bak budidaya . Sedangkan pintu pengeluarannya berupa pipa yang terbuat dari pipa PVC dalam bentuk L atau lurus. Pintu pengeluaran air ini harus diperiksa apakah terjadi penyumbatan pada saluran pembuangannya. Persiapan wadah budidaya ikan yang menggunakan akuarium tidak jauh berbeda dengan penggunaan bak.

[PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT IKAN SIDAT]

Selama kegiatan budidaya ikan sidat terdapat beberapa gangguan kesehatan pada ikan sidat antara lain hama dan penyakit yang memerlukan pengendalian sebagai berikut. 1. Hama Menurut Liviawaty dan Afrianto (1998), hama ikan sidat yaitu organisme yang berukuran besar yang mampu menimbulkan gangguan atau memakan ikan sidat. Hama dapat berperan sebagai predator yang bersifat memangsa terutama pada stadia glass eel. Ada juga yang sifatnya sebagai kompetitor yang bisa menimbulkan persaingan dalam mendapatkan oksigen, pakan dan ruang gerak. 2. Penyakit. 2.1. Penyakit parasitik Penyakit parasitik adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme parasit yang dapat menimbulkan penyakit seperti virus, bakteri, jamur, protozoa, golongan cacing dan udang renik. Jenis penyakit parasitik yang menyerang ikan sidat berdasarkan jenis parasit yang menyerangnya antara lain : Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bakteri adalah organisme satu sel yang mempunyai daerah penyebaran yang relatif luas sehingga hampir dapat dijumpai dimana saja. Bakteri mempunyai ukuran relatif besar daripada virus, yaitu 0.3 mikron – 0.5 mikron. Jenis penyakit pada ikan sidat yang disebabkan oleh bakteri diantaranya : Aeromonas Disease Penyebabnya adalah bakteri yang tergolong kedalam genus Aeromonas dan Paracolotrum. Menyerang bagian sirip sehingga sirip yang terkena penyakit ini akan mengembang. Penganganan ikan sidat yang terserang bakteri ini dapat dilakukan dengan senyawa sulfa, antibiotik atau senyawa furane yang dicampurkan terlebih dahulu ke dalam pakan. Gill Disease Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang menyerang insang. Penyakit ini dapat menimbulkan kematian karena merusak bagian insang, sehingga menganggu sistem pernapasan. Penyakit ini dapat disembuhkan dengan melakukan perendaman kedalam methylene blue dan penambahan senyawa sulfa, furane atau senyawa kimia anti bakteri. Red Disease Penyebab penyakit ini adalah bakteri, yang menyerang pada ikan sidat dewasa.meyerang organ luar dan dalam seperti usus, hati dan ginjal. Bagian tubuh ikan sidat yang terkena penyakit ini menjadi kasar dan terlihat merah. Pengobatan ikan sidat yang terkena penyakit ini dapat diobati dengan melakukan kedalam malachit green atau methylene blue dan penambahan senyawa sulfa, furane atau senyawa kimia anti bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh virus Virus adalah organisme penyebab penyakit yang sangat kecil karena memiliki ukuran tubuh antara 25 – 300 nanometer sehingga hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Aktivitas serangan virus yang bersifat akut menyebabkan kerusakan jaringan yang cukup luas dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Penyakit ini menyerang pada insang dan ginjal ikan sidat. Tubuh ikan sidat yang terserang penyakit ini akan memendek (dehidrasi), densitas jarang meningkat dan jumlah garam tubuh menurun. Cara untuk mengobati penyakit ini dapat dilakukan dengan menambahkan garam ke dalam pakan. Penyakit yang disebabkan oleh jamur Jamur adalah mikroorganisme yang sering terlihat seperti benang yang tumbuh menyebar di bagian dalam atau luar tubuh ikan sidat. Jamur mempunyai ukuran lebih besar daripada bakteri sehingga lebih mudah dideteksi. Jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang ikan sidat adalah cotton cap atau water muould. Penyebab dari penyakit ini adalah jamur Saprolegnia parsitica, yang biasanya banyak menyerang ikan sidat yang berukuran fingerling dan dewasa. Pengobatan ikan sidat yang sudah terserang penyakit ini dilakukan dengan cara perendaman kedalam larutan methylene blue 2 ppm selama 4 hari dengan masa istirahat 10 hari. Penyakit yang disebabkan oleh protozoa Beberapa jenis penyakit pada ikan sidat yang disebabkan oleh protozoa adalah sebagai berikut : White Spot Disease. Penyakit ini disebabkan oleh Ichthyophthrius multilifis yaitu jenis protozoa yang sering menyerang pada ikan, baik ikan hias ataupun ikan konsumsi. Sidat yang terserang protozoa ini akan terlihat bintik-bintik putih yang berdiameter 0.5 – 1 mm. Bagian tubuh ikan sidat yang terserang penyakit ini adalah pada bagian sirip, tutup insang dan ekor. Pengobatan yang paling efektif untuk memberantas patogen ini adalah pada fase kista atau post kista. Jenis obat yang dapat digunakan untuk memberantas jenis protozoa ini antara lain garam dapur (NaCl), methylene blue, formalin dan larutan kina. Myxidium Disease Penyebaran penyakit ini adalah dengan spora. Spora protozoa ini akan menimbulkan bulatan putih pada permukaan kulit ikan sidat yang terserang. Sejauh ini belum ditemukan cara untuk mengobati penyakit ini, apabila dalam kolam terdapat sidat yang telah terserang penyakit ini sebaiknya langsung dibuang. Cripple Body Disease Penyakit ini disebabkan oleh patogen Plisthopora yang termasuk protozoa. Jenis protozoa ini menyerang sistem jaringan sehingga menyebabkan tubuh ikan sidat yang terserang menjadi mengerut. Ikan sidat muda yang warna kulit tubuhnya putih susu dapat diindikasikan bahwa sidat tersebut telah terserang oleh protozoa jenis ini. Cara mengobati penyakit yang disebabkan protozoa ini belum ada, apabila pada kolam pemeliharaan ditemukan ikan sidat yang terserang sebaiknya langsung dibuang. Penyakit yang disebabkan oleh Nematoda Salah satu nematoda yang menyerang ikan sidat adalah Anguillicola grobiceps. Nematoda ini menyerang gelembung renang ikan sidat. Ikan sidat yang terinfeksi akan mengalami luka-luka dan borok. Perlakuan yang efektif untuk memberantas patogen ini masih belum ada, kecuali jika nematoda muda keluar dari gelembung renang menuju kolam, mereka tidak tahan terhadap formalin. Penyakit yang disebabkan oleh Copepoda Copepoda adalah jenis parasit yang biasa menyerang ikan sidat pada bagian luar Anchor Worm Disease. Copepoda yang menyebabkan penyakit ini adalah Lernea cyprinaceae. Menyerang bagian hidung dan mulut ikan sidat. Patogen ini dapat menyebabkan luka dan borok sehingga akan mengurangi kemampuan ikan sidat untuk makan. Pengobatan ikan sidat yang terserang cacing jangkar ini dapat dilakukan dengan merendamnya dalam larutan bromex 0.12 – 0.15 ppm atau larutan dipterex 0.25 ppm selama 4 – 6 jam. Perendaman dapat dilakukan dalam larutan Kliuj Permanganat (PK) tapi dosis penggunaan PK ini sedikit lebih rendah dari konsentrasi lethal bagi sidat, sehingga penggunaan PK jarang dilakukan. Plistophora Plistophora anguilarum merupakan parasit mikrosporidium yang menyerang otot ikan sidat. Patogen ini masuk melalui kulit dan masuk ke bagian otot kemudian membuat kista. Penyakit ini akan menyebabkan pertumbuhan terhenti dan permukaan tubuhnya tidak rata. Sampai dengan saat ini, belum ada perlakuan yang efektif untuk mengobati ikan sidat yang terserang penyakit ini, karena spora parasit ini memiliki dinding yang tebal sehingga bahan kimia tidak mampu menembusnya. Cauliflower Disease Penyakit ini akan membentuk tumor terutama pada bagian hidung dan mulut, sehingga mengganggu aktivitas ikan sidat terutama pada saat mencari makan. Belum ada cara pengobatan untuk jenis penyakit ini karena patogen penyebabnya pun sampai saat ini belum diketahui. 2.2. Penyakit non parasitik Penyakit non parasitik adalah penyakit yang bukan disebabkna oleh hama ataupun organisme parasit. Penyakit non parasitik yang menimpa ikan sidat diantaranya disebabkan oleh : Faktor lingkungan yang kurang menunjang bagi kehidupan ikan sidat. Faktor lingkungan tersebut antara lain : pH air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kandungan oksigen yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, fluktuasi suhu yang terlalu tinggi dan perubahan mendadak serta adanya polutan. Kualitas pakan Pakan yang diberikan kurang baik (malnutrisi) anatara lain: kekurangan vitamin, gizinya terlalu rendah, kualitas bahan baku pakan yang jelek. Turunan, antara lain kelainan fisik yang sudah ada sejak lahir. Salah satu penyakit non parasitik yang sering dialami pada pemeliharaan ikan sidat adalah deplesi oksigen. Pengaruh dari deplesi oksigen terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Konsentrasi oksigen terlarut pada kolam rendah, ikan sidat akan mengalami stress sehingga mudah diserang oleh patogen lain. Kejadian ini biasanya terjadi pada saat malam hari karena konsentrasi oksigen terlarut dalam air dipengaruhi oleh fotosintesis, respirasi dan proses difusi. Kegiatan fotosintesis terjadi pada siang hari dan proses respirasi akan menghasilkan karbondioksida sehingga pada malam hari konsentrasi oksigen terlarutnya rendah. Cara untuk memecahkan masalah kekurangan oksigen ini adalah membantu menambahkan adanya proses difusi yang dapat dilakukan dengan pemasangan kincir.

PERBEDAAN JENIS IKAN SIDAT MARMORATA DAN IKAN SIDAT BICOLOR

Kadang kita sering mendengar istilah sidat marmorata dan juga sidat bicolor, tentu bagi yang sudah berpengalaman sudah pasti tahu perbedaan antara kedua jenis sidat ini yang sedang populer di indonesia untuk saat ini, bagi yang sudah berpengalaman silakan skip aja ke artikel yang lain dari pada mati kebosanan membaca tulisan ini, hehehe... Sidat/Anguilla Marmorata Tidak semua yang membaca tulisan ini tahu akan perbedaan jenis sidat marmorata dan bicolor, iya kan? mari sama-sama kita bahas satu persatu agar lebih jelas dan mudah dimengerti, jenis sidat marmorata atau bisa disebut dengan sidat kembang adalah jenis sidat yang mempunyai ciri warna tubuh seperti kulit kena penyakit panu, berbintik-bintik agak besar, dan mempunyai struktur tulang dan duri lebih rumit dibanding dengan sidat bicolor. Panjang sidat marmorata jika sudah memiliki berat 1kg bisa mencapai satu meter. Ukuran fisik yang masuk konsumsi untuk jenis sidat marmorata adalah 500gram keatas per ekor tetapi yang paling banyak dicari pembeli adalah ukuran diatas 1kg per ekor, dengan harga lumayan mahal sekitar 150rb/kg untuk ukuran diatas 1kg/ekor. Sidat jenis marmorata ini banyak sekali ditemui di daerah timur indonesia seperti di Sulawesi, Ambon dan irian jaya. Menyebarjuga di kalimantan dan sumatera bagian utara katulistiwa. Sidat/Anguilla Bicolor di bak Penampungan Sedangkan ikan sidat jenis bicolor mempunyai ciri fisik berkulit halus dan mulus tanpa ada bintik, warna tubuh bagian atas lebih gelap daripada warna tubuh bagian bawah atau bagian perut sidat bicolor. Ukuran konsumsi untuk jenis sidat bicolor adalah 250gram keatas per ekor, sidat jenis ini memiliki struktur tulang dan duri hampir mirip 90% dengan jenis sidat anguilla japonica atau sidat khas jepang sehingga sidat jenis bicolor banyak diburu konsumen untuk dibuat unagi kabayaki. Penyebaran sidat jenis bicolor banyak ditemui dipantai selatan pulau jawa membentang dari ujung kulon sampai dengan banyuwangi, sumatera bagian selatan khatulistiwa dan juga ada sebagian di kalimantan dan sulawesi. Harga pasaran untuk sidat jenis bicolor ukuran konsumsi 250gram keatas per ekor sekitar 80-100ribu per kilogramnya. Untuk harga benih per kilonya bervariasi antara 500ribu (glass eel), 400 ribu (elver kecil), 120ribu (fingerling), dan kisaran 90ribu untuk ukuran dibawah 200 gram/ekor.

Jumat, 30 Mei 2014


INFO BAHAN: MACAM-MACAM TEPUNG
Kalau buat kueh sambil baca resepi, kadang-kadang suka bingung, ternyata banyak sekali jenis tepung. Tepung sagu, tepung arrowroot, kanji, maizena, terigu dll. Tepung gandum juga ada berjenis-jenis menurut jenis proteinnya. TEPUNG MAIZENA, CORN STARCH Tepung Maizena atau tepung pati jagung tergolong jenis tepung gluten-free, digunakan sebagai bahan utama pada custard. Biasa dipakai untuk pengental pada sup mahupun sos, memberi tekstur halus dan lembut pada sponge cake dan puding, serta efek garing pada biskut. Khusus untuk sponge cake, pengalaman saya takaran maksimalnya 30% dari tepong gandum kalau pakai banyak telur tapi kalau telurnya sedikit hanya gunakan 15-20% aje, kalau terlebih teksturnya akan jadi rapuh atou bahkan bantat. Jumlah maizenanya ditimbang untuk MENGGANTIKAN jumlah yang sama pada tepung gandum, bukan menambah. Jadi kalau pada resepi tercantum 200 gr tepung gandum, maka dibuat komposisi 150gr tepung gandum + 50gr maizena biar tidak merubah takaran bahan keringnya. Untuk biskut, pengalaman saya cukup pakai 20% aja dari tepung gandum. Hasilnya biskut akan lebih garing. TEPUNG GANDUM Secara umum berdasarkan kadar gluten atau proteinnya ada 3 jenis tepung gandum. Kadar protein ini menentukan elastisitas dan tekstur sehingga penggunaannya disesuaikan dengan jenis dan spesifikasi adonan yang akan dibuat. Protein Tinggi, Bread Flour, High Grade Flour Mengandung kadar protein 11%-13% atau bahkan lebih. Bila kena bahan cair maka glutennya akan mengembang dan saling mengikat dengan kuat membentuk adonan yang sifatnya liat. Mutlak diperlukan oleh adonan dengan sifat elastis maupun yang memerlukan jenis padat seperti mi, roti, pasta, kulit martabak telur, pita bread, donat, croissant/puff pastry, sus/cream puff. Saya sendiri suka memanfaatkan tepung ini untuk buat kulit risoles dan pancake karena tak mudah pecah, juga untuk brownies...! Pada brownies menghasilkan kueh dengan tekstur yang lebih fudgy. Tepung ini tidak sesuai untuk membuat biskut atau kulit pai. Protein sedang, All Purpose Flour, Cake flour Kadar protein berkisar antara 8%-10%, digunakan pada adonan yang memerlukan texture lembut namun masih boleh mengembang seperti cake. Tepung jenis ini sangat fleksibel penggunaannya, baik untuk gorengan, kue tradisional (kukus), pancake, wafel hingga aneka jenis cake. OLeh kerana fleksibelnya sehingga sering juga disebut dengan All Purpose Flour atau Tepung Serbaguna. Self Raising Flour (SFR) merupakan tepung yang boleh mengembang kalau ditambah bahan cecair dan dihangatkan, biasa dipakai untuk membuat poffertjes, muffin, fruitcake, waffle dll. Boleh dibuat sendiri hanya dengan menambahkan 1 sdt baking powder ke setiap 200-250gr tepung gandum protein sedang, kacau rata lalu ayak dan simpan dalam container yang tertutup rapat. Protein Rendah, Low Protein Flour, Pastry Flour Kadar protein sekitar 6%-8%, diperlukan untuk membuat adonan yang bersifat garing dan crumbly. Sesuai untuk coating pada gorengan, cookies, pie crust, shortbread. Tidak sesuai untuk membuat roti, donat dan sejenisnya. Tapi tepung ini masih boleh digunakan utk membuat cake. Masih ada beberapa jenis tepung spt Whole Wheat Flour yang warnanya kecoklatan karena terbuat dari gandum dengan masih berkulit ari. Juga ada Semolina, dibuat dari satu jenis gandum paling "keras" dan karenanya memiliki kadar protein paling tinggi. Umum digunakan untuk membuat aneka pasta. TEPUNG TANGMIEN, TANG FLOUR, WHEAT STARCH Tergolong jenis gluten-free, digunakan untuk kulit aneka hidangan steamed dumplings/dim sum karena karakteristiknya yang halus, lembut dan transparen sangat sesuai untuk sajian berkelas yang mengutamakan rasa dan penampilan. Tidak banyak yang tahu bahwa tepung ini sesungguhnya by-product dari pembuatan gluten. Tau kan bagimana bikin gluten... tepung terigu (khususnya jenis protein tinggi) diadun dengan air hingga sebati, lalu direndam beberapa lama dan dicuci berulang2 sehingga didapat gumpalan gluten. Air cucian gluten ini mengandung endapan pati dengan kandungan protein yang sangat sedikit. Endapan ini dikeringkan menjadi Wheat Starch atau Tepung Tang Mien, dan karena proses glutenisasi maka tepung ini menjadi gluten-free. TEPUNG TAPIOKA, TAPIOCA STARCH Dibuat dari pati ubi /cassava. Tidak mengandungi protein dan gluten-free sehingga sesuai untuk mereka yang memiliki problem Coeliac (semacam gluten-intolerance). Sering digunakan untuk pengental pada tumisan karena efeknya bening dan kental saat dipanaskan. Tidak sesuai untuk gorengan karena menyerap minyak dan mengeras setelah dingin beberapa lama. Selain pengental, juga didunakan untuk pengenyal pada bakso, pengganti sagu pada adunan keropok lekor. Ada juga yang membuat cendol berbahan tapioka, cendolnya jadi panjang2, lentur dan bening. Untuk kueh kering boleh digantikan dengan Tepung Sagu maupun Tepung Ararut. Kue kering yang terkenal dan terbuat dari ketiga jenis tepung ini adalah "Kue Semprit". Digunakan juga untuk pengental/stabilizer aneka saus. TEPUNG SAGU, SAGO FLOUR, SAGO STARCH Tergolong tepung yang gluten-free. Dibuat dari bagian tengah pohon sagu ato pohon aren (sehingga kadang2 disebut sagu aren). Bagian tengah pohon ini dikeruk, dihaluskan, campur air dan didiamkan hingga mengendap. Endapannya dikeringkan dan dihaluskan atau dibentuk lempengan menjadi keping sagu yang populer untuk bubur, menjadi makanan pokok di banyak wilayah di Indonesia Timur. Tepung Sagu mempunyai karakteristik serupa Tepung Tapioka, tetapi lebih "kering". Selain untuk bubur, kerupuk dan Kue Semprit. Sagu Mutiara perupakan produk dari tepung sagu yang dibentuk menjadi butiran2 kecil, dipakai untuk bubur dan pelengkap aneka minuman. Di pasaran luar negeri, sagu mutiara disebut "Sago Pearls", ada juga yang dibuat dari tapioca dan disebut "Tapioca Pearls". TEPUNG BERAS, RICE FLOUR Tergolong gluten-free, dibuat dari beras yang ditumbuk (bukan pati beras yah). Banyak digunakan utk membuat kueh tradisional (kue mangkok, kue talam dll), atau pelapis pada gorengan karena kegaringannya. Dengan pengolahan yang lebih lanjut, tepung ini menjadi bahan utk pembuatan bihun atau rice vermicelli. Di Vietnam juga dipakai sebagai bahan pokok pembuatan Banh Trang, aka rice paper, semacam kulit lumpia yang tipis untuk spring roll ala Vietnam. TEPUNG PULUT, GLUTINOUS RICE FLOUR Termasuk gluten-free juga. Dibuat dari beras pulut hitam ataupun putih, dengan cara yang sama seperti membuat Tepung Beras. Sifatnya lebih liat dan kenyal daripada Tepung Beras. Umum digunakan pada kueh-kueh tradisional khas Indonesia seperti onde-onde, getas, putri mandi, opak, kue bugis, Bolu Kukus Ketan Hitam. TEPUNG ROTI, TEPUNG PANIR, BREAD CRUMB, PANKO FLOUR Tepung roti dibuat dari roti tawar yang dikeringkan & ditumbuk, aka tepung panir. Jadi boleh dibuat sendiri .... oven aje roti tawar sampe kering, terus ditumbuk. Umumnya digunakan sebagai coating pada gorengan seperti risoles, biterballen, kroket. Versi yang kasar, di Jepun disebut Panko, untuk melapisi aneka Katsu dan kadang2 juga dipakai untuk Tempura agar lebih crispy. Bagus juga untuk kroket mahupun risol dan aneka gorengan lainnya, hasilnya lebih garing daripada tepung roti biasa yang berbutir halus. Biasa juga disebut Bread Crumb, selain dari roti tawar mereka juga bikin breadcrumb dari crackers. TEPUNG HUNKWE, TEPUNG KACANG HIJAU, MUNGBEAN FLOUR Masih juga tergolong gluten-free. Kalau di Indonesia biasa dipakai untuk kue tradisional seperti Puding Hunkwe, Kue Cantik Manis, Nagasari Hunkwe sampe Es Cendol. Menjadi bahan dalam pembuatan suun atau vermicelli. TEPUNG GARUT, TEPUNG ARARUT, ARROWROOT FLOUR Juga tergolong Gluten-free. Bagi sebagian penduduk pedesaan di Indonesia membuat sendiri Tepung Garut adalah hal yang umum. Umbi garut (masuk keluarga talas) yang diparut-kasi air-disaring dan endapannya dikeringkan lalu dihaluskan/diayak menjadi tepung garut. Karakter tepungnya antara kanji dengan sagu. Buat cookies jadi garing, dan melembutkan cake. Banyak digunakan untuk kueh semprit, seperti halnya Tepung Sagu.

Pelajari dengan seksama


Para Pemerhati dan peneliti praktikan dalam prospek yang menjanjikan dari sisi kantong dan perhatian. semoga di pahami dengan bijaksana